Anime merupakan sebutan kata animasi dalam Bahasa Jepang. Seperti namanya, anime juga umumnya diproduksi oleh seniman-seniman yang berasal dari Negara Jepang. Namun itu tidak menutup kemungkinan hasil karya seniman-seniman dari negara lain untuk dapat disebut dengan anime. Syaratnya adalah mampu mengikuti detail produksi dan gaya gambar yang ditampilkan seperti Anime Jepang. Pada dasarnya tidak ada perbedaan yang signifikan antara anime dan kartun, hanya saja penyebutan dan gaya tampilan gambar yang berbeda ketika ditayangkan.

Ya memang jika berbicara mengenai anime, sudah dapat dipastikan tidak akan jauh-jauh dengan topik yang berkaitan dengan Negara Jepang. Berpuluh-puluh bahkan ratusan anime dengan genre berbeda-beda yang sekarang tersebar, diproduksi dengan teliti di ‘Negeri Matahari’. Lalu, kenapa hal tersebut bisa terjadi? apa korelasi yang membuat Anime dan Negara Jepang tidak bisa dipisahkan? Berikut ulasan singkat untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut,

Kultur

Ada Apa Dengan Anime Jepang?

Kultur sebuah negara sangat mempengaruhi sektor industri yang digerakkan di negara tersebut. Di Jepang, Anime merupakan sektor mainstream yang banyak digemari masyarakat dari berbagai kalangan. Pemerintahnya pun membagi waktu penayangan anime kepada masyarakatnya dengan membuatnya menjadi dua kategori, yaitu daytime anime untuk anak-anak dan nightime anime untuk orang dewasa. Maka dari itu, anime sudah bersatu padu dengan kultur kehidupan masyarakat jepang.

Global Market

Global Market

Kepopuleran anime tak berhenti di tanah tempatnya diproduksi. Indonesia menjadi salah satu konsumen anime dengan jumlah penonton terbanyak. Coba lihat saja berapa banyak dari tayangan minggu pagi untuk anak anak yang berasal dari anime produksi Jepang. Naruto, One piece, Dragon ball, Doraemon, dan masih banyak lagi anime produksi Jepang yang berhasil menguasai pasar animasi di berbagai belahan dunia. Buntutnya, pendapatan kas negara pun terbantu dengan hal tersebut. Maka tidak aneh jika pemerintah Jepang sangat menyokong industri ini demi kemajuan ekonomi negara.

Proses Kreatif Dan Inovasi

Proses Kreatif Dan Inovasi

Bisa dilihat dari bangunan-bangunan kuno yang berdiri tegak, masyarakat jepang memang sudah sangat lihai dan pandai dalam bidang desain sejak jaman nenek moyangnya. Kini, visualisasi dari ide desain yang berasal dari imajinasi pun dapat diwujudkan dengan berbagai inovasi yang variatif. Salah satu contohnya adalah detail produksi anime yang dibuat dengan 24 frame/second, membuat tampilan gambar yang ditayangkan begitu imajinatif dan membuat para penonton seketika mampu ‘kabur’ dari dunia nyata.

Obsesi Tinggi

Obsesi Tinggi

Seniman dan seluruh timnya yang bekerjabahu-membahu mengeksekusi gambar dan alur cerita untuk anime, sangat berobsesi tinggi terhadap hasil karya seninya. Jam tidur pun dikorbankan untuk memenuhi padatnya deadline yang mematikan dari studio produksi anime tempat mereka bekerja. Tak jauh dari itu, massa penonton yang mengonsumsi anime juga sering termakan oleh obsesi yang tidak biasa dari hasil imajinasinya saat menonton sebuah anime.

Begitulah dijabarkan beberapa korelasi antara Anime dan Negara Jepang. Proses produksinya yang rumit dan detail tidak membuat mereka berhenti berusaha menghasilkan anime yang berkulitas dan memuaskan. Industri yang menaungi para seniman anime juga benar-benar menjadi salah satu peran penting dalam kesuksesan sebuah anime. Melihat potensi ini, bisa dipastikan Negara Jepang akan terus mengandalkan pengembangan industri kreatif ini. Setiap tahunnya peningkatan jumlah anime yang diproduksi semakin naik tinggi.

Semoga di masa yang akan datang negara kita tercinta bisa mengikuti langkah cemerlang dari negara tersebut.